Wednesday, September 02, 2015

PENYUSUNAN RPP PKR

Kurikulum berasal dari kata curere atau curriculum yang artinya jarak yang harus ditempuh seorang pelari dalam suatu perlombaan atletik.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri dari beberapa kelompok mata pelajaran yaitu:
1. Kelompok mata peljaran agama dan budi pekerti
    2. Kelompok mata pelajaran kewrgnegaran dn kepribdian
    3. Kelompok mata pelajaran iptek
    4. Kelompok mata pelajaran estetika
    5. Kelompok mata pelajaran jasmani olahraga dan kesehatan.
    Prinsip pengembangan KTSP meliputi:
    1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
    2. Beragam dan terpadu
    3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni
    4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
    5. Menyeluruh dan berkesinambungan
    6. Belajar sepanjang hayat
    7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

    Struktur kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, mulok dan pengembangan diri. Mata pelajaran IPA dan IPS Terpadu. Kelas I-III menggunakan pendekatan tematik, sedangkan kelas IV-VI dengan pendekatan mata pelajaran. Penambahan jam pelajaran maksimal adalah 4 jam pelajaran. Ketentuan 1 jam pelajaran adalah 35 menit. Dalam 1 tahun ajaran terdapat 34-38 minggu efektif.
    Perencanaan RPP PKR mencakup:
    1. Menggunakan standar isi untuk mengembangkan indikator dan pengalaman belajar
    2. Merumuskan indikator atas dasar analisis muatan KD
    3. Merumuskan pengalaman belajar sesuai indikator yang dirumuskan
    4. Merumuskan kegiatan PKR
    5. Memilih sumber dan media belajar untuk mendukung PKR

    Topic pembelajaran PKR dapat ditetapkan dengan pertimbangan:
    1. Berorientasi pada tujuan
    2. Disesuaikan dengan karakteristik murid (kelas, usia, kemampuan)
    3. Disesuaikan dengan kemampuan pengelolaan guru
    4. Layak sarana pendukung
    5. Tidak bersiat dipaksakan.


    Sedangkan cara memilih substansi belajar adalah sebagai berikut:
    1. Mendukung ketercapaian Kompetensi Dasar dan indikator
    2. Berkaitan erat dengan materi sebelumnya
    3. Didukung oleh sarana dan sumber belajar yang tersedia atau dapat disediakan
    4. Sesuai dengan perkembangan mental murid
    5. Menjadi dasar bagi studi lebih lanjut

    Sebuah rancangan atau desain merupakan kerangka pikir yang melukiskan bentuk penataan interaksi guru-murid-sumber belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar.
    Model dasar dari Weil Murphy dan McGreal mengemukakan 5 langkah yang meliputi:
    1. Orientasi atau Pendahuluan
    2. Pengembangan
    3. Latihan terstruktur
    4. Latihn terbimbing
    5. Latihan bebas atau mandiri

    Terdapat dua gugus model PKR yaitu:
    1. PBAS atau Proses Belajar Arahan Sendiri yang ditandai oleh kemandirian murid, sumber belajar yang memadai, berorientsi tugas dan masalah dn motivasi intrinsic.
    2. PBMKS atau Proses Belajar Melalui Kerja Sama yang ditandai proses berbagai ide dan pengalaman melalui pengelolaan suasana keterbukaan, komunikasi, pemecahan masalah secara bersama, pencapaian ide terbaik, saling mendorong dan menghargai dan pembinaan kerjasama kelompok.
    Model yang bisa dikembangkan dari PBMKS antara lain:
    a. Olah Pikir sejoli (OPS)
    b. Olah Pikir Berebut (OPB)
    c. Konsultasi Intra Kelompok (KIK)
    d. Tutor Teman Sebaya (TTS)
    e. Tutor Lintas Kelas (TLK)
    f. Diskusi Meja Bundar
    g. Tugas Diskusi dan Resitasi (TDR)
    h. Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu)
    i. Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa)


    Cara memilih sumber dan media pembelajaran
    Media digunakan untuk membantu murid dalam memahami, menghayati dan menerapkan bahan belajar yang disiapkan untuk mencapai tujuan. Pemilihan media harus sesuai dengan lingkungan dan tepat guna. Tepat guna artinya berfungsi membantu murid untuk belajar. Sedangkan layak lingkungan artinya medianya tersedia di lingkungan sekitar.
    Media dapat berupa kaset audio, siaran radio, siaran televisi, gambar, diagram, benda tiruan dan benda asli.


    Evaluasi Program PKR
    Untuk mengecek evaluasi pembelajaran kelas rangkap dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
    1. Mengecek keterlaksanaan jadwal. Tujuan: memperbaiki jadwal berikutnya
    2. Mengecek keterlaksanaan pembelajaran di kelas- kelas yang dirangkap. Tujuan untuk menilai berhasil tidaknya PKR
    3. Mencatat materi pelajaran yang tidak sempat diajarkan. Tujuan: untuk mencari sebab- sebabnya
    4. Mencatat kegiatan yang tertunda. Tujuan: untuk merancang kegiatan pembelajaran berikutnya
    5. Mecatat tugas- tugas yang harus diberikan kepada murid hari minggu berikutnya. Tujuan: agar guru tidak lupa mengecek hasilnya
    6. Mencatat pertanyaan murid yang belum sempat terjawab
    7. Mencatat murid- murid yang belum banyak terlibat secara aktif dalam belajar. Tujuan untuk mengelola kelas lebih baik
    8. Menuliskan hal- hal yang perlu diperbaiki dalam PKR. Tujuan agar guru selalu berusaha melakukan perbaikan pembelajaran
    9. Mengapa harus mencatat hal- hal yang perlu dibicarakan dengan guru lain. Hal ini menunjukkan sikap terbuka seorang guru
    10. Umpan balik tentang informasi pengalaman pelaksanaan PKR, dengan tujuan memperbaiki program PKR

    No comments:

    Post a Comment