Thursday, September 26, 2019

Ayah- Bunda, Jauhkan Benda Berbahaya dari Jangkauan si Kecil

Screenshot akun Kompasiana/ Zahrotul Mujahidah

Lihat juga di sini
Ketika sore tiba, anak- anak berlarian ke rumah seorang warga. Seperti biasa, jika mereka sengaja gojek atau bercanda di rumah orang lain maka akan kami peringatkan. Mereka boleh ke rumah orang lain tapi harus tetap menjaga kesopanan.

"Dito bawa sabit, bu…"

Saya merasa heran dan prihatin, Dito, masih balita, belum dua tahun usianya tapi kenapa bisa bermain sabit? Di tengah pertanyaan yang berkecamuk dalam kepala saya, seorang teman menanggapi laporan itu.

"Iya. Saya juga tahu. Ibunya sendiri yang memberikan sabit itu…"

Lagi- lagi saya tercengang. Tak habis pikir. Kenapa ada seorang ibu yang memberikan benda berbahaya untuk bermain. Kalau sabit dilemparkan pada orang lain, bisa melukai. Atau kalau mengenai si anak itu sendiri maka si ibu juga malah mencari perkara sendiri.

"Sabitnya sudah tumpul kok…" cerita sang ibu ketika teman saya menceritakan tentang laporan anak- anak yang tengah asyik bermain.

Sang ibu memang kalau sudah memiliki sebuah pendapat maka tak mau mendengarkan omongan orang lain. 

**
Bocah cilik ora duwe duga kira

Bermain bagi balita memang sudah menjadi sebuah kewajaran. Namun dalam dunia anak dan psikologi sendiri sudah ada aturannya untuk memberikan mainan kepada buah hati.

Tak sembarang mainan boleh diberikan kepada si balita. Bahkan kalau kita perhatikan ketika membeli sebuah produk mainan maka akan ada peringatan, mainan untuk usia tertentu.

Sungguh berbahaya jika memberikan mainan seperti sabit atau gunting meski kita anggap tumpul bagi anak di bawah 2 tahun. Bocah cilik ora duwe duga kira ---anak- anak tidak bisa mengira- ira sebab akibat ---jika bermain dengan benda tertentu. Tumpul untuk memotong daging atau rumput dan tanaman lainnya, bukan berarti itu tak akan melukai orang lain atau bahkan melukai si anak. Apalagi kalau sabit sudah berkarat, jika melukai maka akan berbahaya juga.

Pilih Mainan yang Merangsang Kreativitas sekaligus Aman

Dari theasianparents.com menyatakan bahwa ketika memilih mainan untuk anak maka bisa mempertimbangkan beberapa hal, yaitu mainan harus dapat dicuci, mainan yang diberi cat harus bebas dari logam timah serta mainan untuk karya seni harus berlabel tidak beracun.

Pertimbangan tersebut perlu dipikirkan demi keamanan anak ketika bermain. Tak sekadar membuat si anak diam atau senang saja. 

Hal yang terpenting ketika anak bermain, permainan tetap bisa membuat anak tetap kreatif. Paling tidak, orangtua mendorong anak untuk bereksplorasi, tidak over protectif, tidak disiplin otoriter, membiarkan anak berimajinasi sesuai usianya.

Memilihkan mainan yang bisa mengeksplorasi kreativitas anak harus memperhatikan usianya. Pada usia 1 sampai 2 tahun, permainan yang meningkatkan keterampilan motorik kasar bisa dieksplorasi. Merangkak, naik- turun tangga, menari, mendorong mainan dan sebagainya. 

Menjimpit benda- benda kecil juga bisa dilatihkan. Perlu pengawasan jika menjimpit benda kecil ini, agar tak tertelan.  

Masuk usia 2 sampai 3 tahun, melompat, bergelayutan, berjingkat bisa dieksplor. Keterampilan lain yang melatih keterampilan motorik halus bisa dilatihkan juga seperti menggunting kertas, bermain plastisin. Bisa juga anak diajak membuat rumah- rumahan dari selimut tebal. Memukul panci untuk "bermain musik" juga cukup mengasyikkan.

Anak usia 3 sampai 4 tahun, anak bisa diajak meloncat dengan satu kaki, melempar dan menangkap bola, meniti jembatan. Meronce ---dengan potongan sedotan misalnya--- untuk meningkatkan keterampilan motorik halusnya juga bisa dicoba pada anak usia ini.

Memasukkan bola ke keranjang, bermain kelereng bisa dilatihkan untuk anak usia 4 sampai 5 tahun.

Permainan yang menyenangkan, merangsang kreativitas dan aman harus menjadi prioritas utama dalam memilihkan mainan untuk anak. Agar tumbuh kembang anak bisa normal, sesuai perkembangan usianya. 

Jadi stop memberikan benda- benda berbahaya untuk si kecil! 

**
Tulisan ini menjadikan pengingat bagi diri saya sendiri. Semoga bermanfaat juga bagi pembaca.

No comments:

Post a Comment