Showing posts with label Serba-serbi Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Serba-serbi Kesehatan. Show all posts

Thursday, September 26, 2019

Jalan Nyeker, Apa Nggak Sakit Kakinya?

Screenshot akun Kompasiana/ Zahrotul Mujahidah

Lihat juga di sini

Hampir setiap hari, saya sebagai ibu yang memiliki anak balita, momong anak. Usianya 2 tahun 9 bulan. Lagi senang- senangnya mengeksplor dirinya. Jalan- jalan tanpa henti. Nyaris tak ada berhentinya. Kecuali kalau si bungsu mau minum susu atau tidur.

Masa- masa baru senang jalan, malah sering jalan di larik. Was- was dan senam jantung juga kalau jalan di pematang larik (parit). Dinasehati untuk hati- hati, malah dia tersenyum girang.

Kalau lelah jalan di pematang larik(parit), si bungsu jalan di jalan kampung. Pastinya ada jalan yang rusak meski baru saja di sebelah selatan dibangun cor- coran. 

Ketika berjalan, si bungsu lebih sering tak mengenakan sandal, sepatu atau alas kaki. Nyeker, orang Jawa bilang. Tetangga saya sering mengingatkan atau bertanya, " Kenapa putranya nyeker, bu? Kasihan. Kakinya bisa sakit…"

Pertanyaan atau komentar seperti itu tak hanya sekali saya dengar. Saya hanya tersenyum. Mungkin bagi tetangga, saya termasuk ibu yang asal atau sembrono ketika momong. Hahaaa..

Tak apa. Di balik "asal" atau "sembrono" momong itu, ada manfaat banyak jalan nyeker tadi. Saya tetap mengawasi si bungsu. Dia juga tak mau kalau berjalan di tanah tegalan, yang biasanya banyak "tunggak" atau sisa batang kedelai, jagung dan sebagainya.

Prinsipnya, jalan nyeker itu menyehatkan kok. Semasa hamil, kalau jalan- jalan saya lebih senang nyeker saja. Di telapak kaki rasanya sakit pada awalnya, tetapi lama kelamaan malah nyaman.

Dengan nyeker, maka bisa mencegah tulang keropos atau osteoporosis karena tulang tak hanya membutuhkan kalsium dan vitamin D. Selain itu, nyeker akan membuat si pejalan akan lebih berhati- hati dan jeli dalam menghadapi sesuatu di jalan. Adakah batu atau kerikil yang akan terinjak, sehingga si pejalan akan lebih fokus pada saat berjalan. 

Manfaat lainnya, bisa melancarkan sirkulasi darah, menyehatkan jantung, paru- paru. Otot kaki, paha dan bokong bisa menjadi lebih kuat. Begitu juga otot, tendon dan ligamen pada telapak kaki, pergelangan dan betis akan kuat. Bahkan hal itu bisa mencegah cedera, lutut tegang dan masalah pada punggung.

Adakah manfaat lain? Jika telapak kaki menginjak batuan atau kerikil maka akan menstimulasi titik- titik refleksi. Apabila ada rasa sakit pada bagian tertentu maka kita malah harus lebih banyak jalan nyeker agar rasa sakit pada bagian itu menghilang.

Ada pula yang mengatakan bahwa kita bisa mengurangi depresi atau rasa cemas jika telapak kaki langsung bersentuhan dengan rerumputan. Hal itu karena hormon endorfin dalam tubuh akan lepas ketika kaki menginjak tanah atau rumput. Akibatnya akan menimbulkan rasa bahagia, tenang.

Nyeker alias berjalan tanpa alas kaki, meski sakit, tetapi ada nikmat ---kesehatan--- di dalamnya. Maka nikmat mana yang bisa didustakan dari nyeker? 

---
Diolah dari berbagai sumber. 

Tuesday, September 10, 2019

Mengingat Kembali Kenangan Masa SD Ketika Diimunisasi

Dokpri

Upaya untuk menciptakan masyarakat yang sehat, pemerintah memberikan imunisasi. Untuk kekebalan tubuh dan agar tidak mudah terserang penyakit tertentu.

Imunisasi diperuntukkan bagi balita ( sampai 9 bulan, sekarang sampai 2 tahun) dan anak SD sebagai imunisasi lanjutan. 

Berikut adalah jadwal imunisasi anak usia sekolah dasar yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan (hellosehat.com)

Kelas 1 SD, diberikan imunisasi campak dengan waktu pelaksanaan setiap bulan Agustus dan imunisasi diphteria tetanus  (DT) setiap bulan November.


Kelas 2-3 SD, diberikan imunisasi tetanus diphteria (Td) di bulan November.

Sedangkan menurut Center for Disease Control and Prevention, jenis imunisasi anak lainnya yang juga sebaiknya dilakukan adalah (hellosehat.com):

Imunisasi flu yang bisa dilakukan ketika anak berusia 7-18 tahun yang mengalami flu setiap tahun. Jenis imunisasi ini merupakan imunisasi yang aman diberikan pada semua anak dengan kondisinya yang berbeda-beda.

Imunisasi Human Papilloma Virus, sudah bisa diberikan ketika anak perempuan berusia 11-12 tahun. Atau juga bisa diberikan saat anak mencapai usia 9-10 tahun, jika memang kondisi kesehatan anak memerlukannya. Untuk daerah Kulon Progo dan Gunungkidul dimulai sejak tahun 2017.

Imunisasi meningitis saat anak berusia 11-12 tahun. Namun imunisasi ini termasuk imunisasi khusus, sehingga harus dikonsultasikan dulu dengan dokter anak Anda.

Terlepas dari tujuan untuk menciptakan kesehatan masyarakat, kita tentu ingat sekali kenangan masa kecil ketika diimunisasi. 

Ekspresi yang bermacam- macam dari para siswa. Mulai dari menangis histeris ketika petugas Puskesmas baru memarkir mobil di halaman sekolah. Sampai guru harus mengejar atau memegangi siswa agar tidak lari. Ada pula yang mencari aman, siswa bilang kalau tidak diperbolehkan diimunisasi oleh ibu.

Melihat dan merasakan disuntik memang rasanya ngilu. Meski kadang petugas Puskesmas sering menghibur kalau disuntik itu rasanya seperti digigit semut. Tetap saja tak menghalangi para siswa untuk menangis.

Dalam kegiatan pembelajaran sehari- hari bisa saja berulah dan membuat guru geleng kepala, tapi mengkeret ketika ada kegiatan imunisasi. Itupun tak kenal kelas. Bisa saja anak- anak kelas 1 lebih berani berhadapan dengan petugas Puskesmas dan jarum suntik. Sebaliknya, bisa juga anak kelas 5 dan 6 malah menangis tak karuan.

Menyaksikan dan menunggui para siswa yang bergiliran diimunisasi sungguh membuat saya juga terkenang zaman masih SD. Sembari tersenyum melihat ekspresi para siswa. Rasa takut disuntik pasti ada. Dulu ada teman yang bersembunyi di rumah warga sekitar sekolah demi lolos dari suntikan jarum untuk imunisasi.

Karena ekspresi para siswa ketika melihat petugas Puskesmas itu guru harus kreatif juga untuk merayu para siswa. 

"Coba kamu lihat temanmu yang nangis itu, kira- kira lucu nggak?" begitu tanya seorang guru sambil menunjuk seorang siswa yang histeris. Hasilnya lumayan. Siswa bisa sedikit tenang. Guru tidak harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengajak siswa mengantri diimunisasi.

Apapun ekspresi mereka, kita berharap para generasi penerus bangsa bisa sehat, dan tentu berkarakter serta menjadi pemimpin yang kokoh dan beriman- bertakwa, membawa kemajuan negeri.

--

Sumber: hellosehat.com, liputan6, dan sumber lainnya

Friday, January 04, 2019

Nabung ASI bagi Mamud

Menjadi seorang ibu yang berprofesi sebagai wanita karir, mengharuskan dia meninggalkan sang babby yang masih di bawah usia 6 bulan. Padahal dari ilmu kedokteran, babby harus diberikan ASI eksklusif dari 0-6 bulan.


Nah, biar program ASI eksklusif berjalan dengan baik, ada baiknya mamud nabung ASI dengan menyimpan perahan ASI di lemari es baik di freezer maupun pendinginnya.


Adapun cara menyimpan ASI Perah agar aman bila diminum bayi tidak lebih dari


1. 8jam di udara luar

2. 24 jam di dalam termos es

3. 2x24 jam di lemari.pendingin(bukan freezer)

4. 2 minggu di dalam freezer lemari pendingin 1 pintu

5. 3 bulan di dalam freezer lemari pendingin 2 pintu


ASI yang sudah dibekukan dicairkan dengan cara,

1. tempatkan ASI beku dengan botol penyimpannya di lemari pendingin selama semalam


2. tempatkan di bawah aliran air hangat


 3. jangan pernah membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan.


Demikian cara nabung ASI  untuk sang buah hati tercinta. Semoga bermanfaat.

Friday, May 11, 2018

Video Terapi untuk Penderita Saraf Kejepit


Pada  postingan sebelumnya, saya sudah menshare gambar screenshoot terapi untuk penderita saraf kejepit.
Silakan menyaksikan video terapi untuk Penderita Saraf Kejepit. Semoga bermanfaat.

Thursday, May 10, 2018

Terapi untuk Penderita Saraf Kejepit ala Kang Abay (2)

Lanjutan dari postingan sebelumnya. Untuk lebih detailnya bisa dilihat di YouTube ya. Gambar yang saya posting bersumber dari video kang Abay.

Gerakan berikutnya,
6.



7. 

8. 



9. 



10. 

Terapi untuk Penderita Saraf Kejepit ala Kang Abay

Untuk mengatasi saraf kejepit kita bisa melakukan beberapa gerakan untuk merelaksasi bagian tubuh yang terkena masalah saraf kejepit.

Berikut gerakan-gerakannya.
1. 

2. 

3. 


4. 

5.


***gambar diambil dari screenshot video kang Abay
***Bersambung


Pasta Sereh dan Beras untuk Mengatasi Saraf Kejepit

Beberapa Minggu ini suami mengeluh sakit pada tulang belakang sampai kaki kanan sakit kalau digerakkan. Dari keluhan yang dirasakan, dia kena saraf kejepit.

Berbagai cara untuk meredakan rasa sakit, dari minyak urut sampai counterpain dan mengkonsumsi obat-obatan kimia, seperti ibuprofen.

Kemarin malam aku mengurut kaki sampai punggung nya dengan parutan jahe dikasih garam sedikit plus minyak telon. 

Sekarang mau nyoba mengolesi pasta sereh dicampur beras. Tips ini aku dapat dari YouTube, video Abay.

Bahan yang diperlukan adalah 3 batang sereh dan 2 sendok beras.

Cara pembuatan:
1. Sereh dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil
2. Beras dicuci dan direndam kurang lebih 1-2 jam
3. Sereh yang sudah dipotong dimasukkan ke cobek bersama beras. Lalu ditumbuk atau diuleg sampai halus
4. Pasta sereh beras sudah siap digunakan untuk bagian tubuh yang terserang saraf kejepit. Pasta ini bisa digunakan 2 kali pakai, yaitu pagi dan sore.

Semoga bisa meringankan dan menyembuhkan saraf kejepit. Semoga manjur.
Berikut gambar yang aku ambil dalam proses pembuatan pasta sereh beras