Showing posts with label Sejarah Intektual. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Intektual. Show all posts

Tuesday, November 20, 2018

Sejarah Intelektual

( Materi kuliah Sejarah Intelektual, 19 September dan 10 Oktober 2001, Pend. Sejarah UNY)

Sejarah intelektual berkaitan dengan kehidupan manusia, di mana manusia memiliki modal berupa
1.       Ayat- ayat Tuhan yang digelar di alam
2.       Ayat- ayat Tuhan yang tertulis
3.       Akal sehat
4.       Hati yang lurus

Ayat- ayat Tuhan yang digelar di alam merupakan kemudahan  manusia untuk hidup. Ayat- ayat yang tertulis ( kitab ) berfungsi untuk menjalani hidup di alam. Akal berguna untuk merekayasa alam, serta hati yang lurus berfungsi untuk mengendalikan hidup manusia.

Pemikiran manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. Proses pemikiran manusia berlangsung secara bertahap, misalnya dalam kepercayaan semula terdapat mitos dinamisme dan animism. Mitos dinamisme dan animisme dilatarbelakangi paham Pantheisme, yaitu mengargai, menghormati dan memuja alam.

Pada perkembangannya, mitos mulai menapaki tahap rasional yang memunculkan pemikiran modern yang berupa ideology ( instrument kehidupan jiwa manusia untuk survive ).

Ketika pemikiran anusia mulai berkembang, dari mitos menuju rasional, maka secara tidak langsung manusia berfilsafat.


Filsafat sebagai dasar pemikiran

Tahap- tahap pemikiran meliputi,
1.       Perkembangan masa Yunani- Romawi
2.       Pemikiran masa abad tengah dan penterjemahan
3.       Renaissance dan aufklarung
4.       Perkembangan dan pemahaman ideology modern, misalnya nasionalisme, komunisme, fasisme, sosialisme, dll.


Konsep Pemikiran pada Setiap Tahap Pemikiran

Perkembangan pemikiran seolah- olah berasal dari Barat karena terkait dengan perilaku yang berhubungan dengan rasio seseorang. Di belahan Timur, berkembang Konfusianisme; ideology kehidupan yang berperan dan berfungsi sesuai kedudukn/ jabatan, serta hak dan kewajiban. Ideology ini mengembangkan moral dan adat istiadat/ norma.

Perkembangan pemikiran masa Yunani- Romawi
Terdapat prinsip/ proses individualisasi sehingga demokrasi berkembang. Pada masa ini sudah menekankan pada rasinalisme meskipun masih ada itos- mitos.

Perkembangan Pemikiran masa Abad Tengah
Di belahan bumi Barat terdapat sisa rasionalisasi individu tetapi didominasi oleh gereja dengan dogma agama sehingga terjadi kemandegan dalam hal rasionalisme/ ilmu pengetahuan. Akibatnya pada masa ini sering diistilahkan Abad Gelap.
Sementara di belahan bumi Timur rasionalisme dan keilmuan berkembang secara optimal. Hal ini mulai dengan adanya masa penterjemahan, sekitar abad 8-9, yang berpusat di Baghdad ketika berada pada masa Dinasti Abbasiyah. Pada asa ini terjadi kerjasama antara sarjana- sarjana Barat dan sarjana- sarjan Timur untuk menterjemahkan karya- karya klasik masa Yunani- Romawi dan India yang dipadukan dengan ajran Alquran.
Pada masa Abad Tengah, di belahan bumi Timur IPTEK dan filsafat berkembang pesat. Hal ini menjadi protes terhadap kemandegan IPTEKdi belahan bumi Barat. Ilmu yang dikembangkan di Timur ditekankan pada ilmu kealaman tetapi terjadi kemunduranBaghdada karena diserang Mongol ( 1528 ),

Masa Rennaisanse
Renaissance / kembali lagi ke peradaba  Yunani- Romawi. Cirri dominan dari rennasisanse yaitu prinsip individu, rasionalis, individu dan kemerdekaan. Menurut Farances Bacon mengatakan “bapak angkat kealaman  di Barat, sedangkan sarjana muslim sebagai  bapak angkatnya.” Ciri dominan tersebut menjadi tonggak ilmu- ilmu yang kompleks.

Masa Aufklarung / Masa Pencerahan

Masa aufklatrung merupakan puncak perkembangan ilmu pengetahuan yang ditandai dengan kebebasan dan kemedekaan. Agama tidak lagi menjadi pedoman, sehingga terjadi proses awal sekulerisasi. Manusia benar- benar lepas dari agama. Kaidah moralitas dan agama benar- benar tidak diperhatikan. Bahkan Leipzig mengeluarkan statement “ God is dead” karena bila Tuhan atau agama ada maka bisa membatasi realitas keilmuan.

Thursday, April 26, 2018

Perspektif Global/ Globalisasi


Dalam globaisasi, antara satu negara dengan negara yang lain tidak ada batas. Hal ini dibuktikan dengan adanya fenomena kejadian/ peristiwa yang terjadi di suatu negara berpengaruh di negara lain. Dengan kata lain globalisasi mengakibatkan dunia sebagai satu kesatuan.
Globalisasi itu sendiri terjadi karena beberapa factor. Pertama, revolusi komunikasi di ana ada upaya menyebarkan suatu berita atau peristiwa dari negara lain. Kedua, revolusi budaya yang menyebabkan adanya interaksi budaya/ akuturasi. Ketiga, berkembangnya paham demokratisasi dan liberalisasi. Kkeempat, hancurnya negara- negara yang berpaham sentralistis seperti Rusia.
Perspektif global merupakan cara berfikir// pandangan/ wawasan bahwa suatu keadian dilihat dari sudut internasional sehingga hal itu merupakan kesadaran bagi kita untuk mampu menempatkan diri yaitu bertindak local dan berfikir global, dalam melakukan sesuatu di tingkat local harus memikirkan dampaknya bagi global.
Mutu/ kualitas suatu negara yang meliputi komunikasi secara internasional, substansi atau keahlian internasional serta keterampilan bersifat internasional, merupakan syarat bagi dunia internasional dalam hal globalisasi.
Ciri yang terkait dengan globalisasi, antara lain:
1.       Didukung oleh kecepatan informasi, kecanggihan, teknologi, kualitas transportasi dan komunikasi yang harus diperkuat dengan managemen yang tangguh.
2.       Selalu melampaui batas tradisional geo politik yaitu politik, ekonomi, social, budaya.
3.       Saling ketergantungan antar negara.
4.       Selalu ada pembaharuan dan inovasi/ penemuan baru.
Globalisasi sendiri memiliki berbagai dampak baik positif maupun negative. Adapun dampaknya sebagai berikut,
a.       Dampak positif
Munculnya persaingan yang bisa memajukan negara, terjadi mega kompetisi sehingga memunculkan inovasi- inovasi dalam berbagai bidang.
b.      Dampak negative
·         Pudarnya budaya dan identitas nasional/ bangsa
·         Terjadi kompetisi yang tidak sehat, yang dapat mematikan orang yang berkapasitas rendah sehingga muncullah pengangguran.
·         Lingkungan hidup kurang diperhatikan karena hanya mengejar produktivitas dan keuntungan.

Sejarah Pertumbuhan IPTEK

Fenomena IPTEK pertama kali muncul dalam sejarah Mesir Kuno, dalam penelitian Mouly, berawal dari perilaku di sekitar Sungai Nil. Kemudian perilaku/ budaya manusia di sekitar Sungai Nil berkembang lagi pada zaman Babilonia, Yunani-Romawi, zaman Gelap, Aufklarung dan Renaissanse.
IPTEK atau ilmu pengetahuan terdiri dari 2 kata yaitu ilmu dan pengetahuan. Ilmu bersifat obyektif dan terbukaa/ bisa diperdebatkan, terdapat tujuan, metode dan bersifat empiric. Pengetahuan memiliki ciri alamiah dan tidak terbuka. Karl Mund mengemukakan ciri ilmu adalah dapat dibantah atas dasar pengamatan.
Teknologi adalah ilmu terapan, di mana teknologi berhubungan dengan ilmu. Hubungan keduanya bersifat timbale balik , memiliki kekuatan otonom yan mampu mengubah setiap otoritas kehidupan. Otoritas kehidupan itu menjadi otomatis. Teknologi tidak diartikan hanya mesin/ obyek hasil teknologi tetapi teknologi merupakan serangkaian metode yang dicapai secara rasional, memiliki efisiensi dalam kehidupan manusia. Teknologi menunjukkan serangkan cara yang terstandar untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan.
Harvey Broks mengemukakan, teknologi adalah pemakaian pengetahuan ilmiah untuk memproduksi barang dengan cara reproduksi. Sekon mengemukakan bahwa teknologi adalah cara/ teknik dan produk/ proses untuk menciptakan sesuatu/ membina kemampuan atu keterampilan seseorang.
Ciri- ciri teknologi,
1.       Rasional
2.       Artificial
3.       Otomatisme
4.       Monisme
5.       Universal
Ellul mengkalsifikasikan golongan teknologi menjadi beberapa, antara lain;
1.       Bidang ekonomi, terkait dengan kegiatan produksi dan industry.
2.       Bidang organisasional, terkait dengan administrasi pemerintah, managemen, hukum, dll.
Bidang kemanusiaan, terkait dengn pendidikan, kesenian, hiburan, dll.

Ideology Modern : Nasionalisme


Peran dan Ideologi nasionalisme
Nasionalisme merupakan paham tentang bangsa ( nation ). Nasionalisme dapat dikatakan sebagai respon terhadap stimulus/ rangsangan yang berkaitan dengan tantangan yang dihadapi oleh sekelompok masyarakat/ bangsa.
Cirri bangsa antara lain komunitas yang memiliki ikatan ras senasib sepenanggungan yang menempati suatu wilayah/ negara, mempunyai cirri cultural yang menjadi batas pengertian bangsa.
Roeslan abdul gani mengatakan nasionalisme muncul karena stimulus yang diberikan dari kolonialisme. Terjadi pertentangan antara lairnya nasionalisme di Indonesia yaitu tahun 1908 dengan lahirnya Boedi Oetomo dan tahun 1905 dengan lahirnya Sarekat Islam.
Criteria gerakan nasionalis antara lain orgamnisasi sudah modern, tidak tergantung pada seseorang, bersifat nasional dan bertujuan untuk kemajuan nusantara serta perjuangan bersifat makro atau nasional.
Kolonialisasi di Indonesia menjadi stimulus bagi lahirnya nasionalisme. Ketika Indonesia bisa lepas dari kolonialisasi maka Indonesia memiliki tantangan berupa kemiskinan dan ketidakadilan, dll.

Sejarah Intelektual

catatan:
( Materi kuliah Sejarah Intelektual, 19 September dan 10 Oktober 2001, Pend. Sejarah UNY)

Sejarah intelektual berkaitan dengan kehidupan manusia, di mana manusia memiliki modal berupa
1.       Ayat- ayat Tuhan yang digelar di alam
2.       Ayat- ayat Tuhan yang tertulis
3.       Akal sehat
4.       Hati yang lurus
Ayat- ayat Tuhan yang digelar di alam merupakan kemudahan  manusia untuk hidup. Ayat- ayat yang tertulis ( kitab ) berfungsi untuk menjalani hidup di alam. Akal berguna untuk merekayasa alam, serta hati yang lurus berfungsi untuk mengendalikan hidup manusia.
Pemikiran manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. Proses pemikiran manusia berlangsung secara bertahap, misalnya dalam kepercayaan semula terdapat mitos dinamisme dan animism. Mitos dinamisme dan animism dilatarbelakangi paham Pantheisme, yaitu mengargai, menghormati dan memuja alam.
Pada perkembangannya, mitos mulai menapaki tahap rasional yang emunculkan pemikiran modern yang berupa ideology ( instrument kehidupan jiwa manusia untuk survive ).
Ketika pemikiran anusia mulai berkembang, dari mitos menuju rasional, maka secara tidak langsung manusia berfilsafat.

Filsafat sebagai dasar pemikiran
Tahap- tahap pemikiran meliputi,
1.       Perkembangan masa Yunani- Romawi
2.       Pemikiran masa abad tengah dan penterjemahan
3.       Renaissance dan aufklarung
4.       Perkembangan dan pemahaman ideology modern, misalnya nasionalisme, komunisme, fasisme, sosialisme, dll.

Konsep Pemikiran pada Setiap Tahap Pemikiran
Perkembangan pemikiran seolah- olah berasal dari Barat karena terkait dengan perilaku yang berhubungan dengan rasio seseorang. Di belahan Timur, berkembang Konfusianisme; ideology kehidupan yang berperan dan berfungsi sesuai kedudukn/ jabatan, serta hak dan kewajiban. Ideology ini mengembangkan moral dan adat istiadat/ norma.
Perkembangan pemikiran masa Yunani- Romawi
Terdapat prinsip/ proses individualisasi sehingga demokrasi berkembang. Pada masa ini sudah menekankan pada rasinalisme meskipun masih ada itos- mitos.
Perkembangan Pemikiran masa Abad Tengah
Di belahan bumi Barat terdapat sisa rasionalisasi individu tetapi didominasi oleh gereja dengan dogma agama sehingga terjadi kemandegan dalam hal rasionalisme/ ilmu pengetahuan. Akibatnya pada masa ini sering diistilahkan Abad Gelap.
Sementara di belahan bumi Timur rasionalisme dan keilmuan berkembang secara optimal. Hal ini mulai dengan adanya masa penterjemahan, sekitar abad 8-9, yang berpusat di Baghdad ketika berada pada masa Dinasti Abbasiyah. Pada asa ini terjadi kerjasama antara sarjana- sarjana Barat dan sarjana- sarjan Timur untuk menterjemahkan karya- karya klasik masa Yunani- Romawi dan India yang dipadukan dengan ajran Alquran.
Pada masa Abad Tengah, di belahan bumi Timur IPTEK dan filsafat berkembang pesat. Hal ini menjadi protes terhadap kemandegan IPTEKdi belahan bumi Barat. Ilmu yang dikembangkan di Timur ditekankan pada ilmu kealaman tetapi terjadi kemunduranBaghdada karena diserang Mongol ( 1528 ),
Masa Rennaisanse
Renaissance / kembali lagi ke peradaba  Yunani- Romawi. Cirri dominan dari rennasisanse yaitu prinsip individu, rasionalis, individu dan kemerdekaan. Menurut Farances Bacon mengatakan “bapak angkat kealaman  di Barat, sedangkan sarjana muslim sebagai  bapak angkatnya.” Ciri dominan tersebut menjadi tonggak ilmu- ilmu yang kompleks.
Masa Aufklarung / Masa Pencerahan
Masa aufklatrung merupakan puncak perkembangan ilmu pengetahuan yang ditandai dengan kebebasan dan kemedekaan. Agama tidak lagi menjadi pedoman, sehingga terjadi proses awal sekulerisasi. Manusia benar- benar lepas dari agama. Kaidah moralitas dan agama benar- benar tidak diperhatikan. Bahkan Leipzig mengeluarkan statement “ God is dead” karena bila Tuhan atau agama ada maka bisa membatasi realitas keilmuan.