Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, July 14, 2023

Belajar Bersahabat dengan Alam


Gemericik air Sungai Branjang terdengar dari arah utara, memanjakan telinga yang lama terpolusi deru debu jalanan, kembali memberikan kenyamanan dan ketenangan, saat menyusuri hutan kayu putih.

Suara cicit burung mengiringi gemericik di Sungai Branjang kilometer dua, semakin rianglah hati, bersamai para penerus bangsa, menikmati dinginnya air dan sejuknya angin yang berhembus.

Suara-suara kecil anak-anak beradu dengan suara para guru, yang ingatkan untuk berhati-hati saat turun dan menyeberangi sungai, tawa riang tetap terlontar dari mereka. Beberapa tangan kecil mengulurkan tangan untuk meminta tolong, dengan senang hati disambut teman lainnya atau guru.

Duduk di bebatuan sungai, membuka bekal yang disiapkan bunda, terasa nikmat ditemani suasana sungai yang debit airnya sedikit berkurang di bulan Juli ini. "Sampahnya disimpan di tas masing-masing. Nanti di sekolah baru kalian buang sampah di tempat sampah!"

Di Sungai Branjang ini mereka menikmati kesejukan dan keindahan alam, belajar bersahabat dengan alam, agar alam bisa ramah kepada manusia.


Branjang, 14 Juli 2023

Wednesday, June 28, 2023

Belajar Ketaatan di Hari Raya Haji

Dokpri 


Bulan ditemani kerlip bintang kala pekat malam. Ikut menyenandungkan asma Allah, di hari raya haji. 

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walillaahilhamd. 

Mari menyembelih segala keburukan pabila untuk berqurban saja belum mampu. Buang segala penyakit hati yang bersemayam. 

Belajar ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail, bersabar dalam menerima perintah-Nya. Sekalipun berat.


Branjang, 28 Juni 2023/ 1 Dzulhijjah 1444H

Friday, April 08, 2022

Surat Cinta untuk Guru

 Surat Cinta untuk Guru


Karya: Zahrotul Mujahidah


Tak terasa enam tahun sudah ku di sini

Semua cerita indah akan menjadi sebuah kenangan untukku

Nanti ku kan merindukannya

Terimakasih, guruku

Telah kau ajarkan ilmu dan arti sebuah perjuangan 

Perjuangan untuk meraih cita-cita 

Tanpamu ku bukan siapa-siapa

Kali ini jelang kulangkahkan kaki di sekolah jenjang lanjutan

Ku pintakan maaf atas ulah nakalku juga teman-teman

Yang buatmu harus menahan sesak di dada

Menahan air mata dan amarah

Sungguh kuminta maaf

Kami hanya bisa panjatkan doa kepada Illahi Rabi

Semoga ilmu yang kau berikan bermanfaat untukku

Terlebih bagi nusa, bangsa dan agama


Tuesday, April 05, 2022

Catatan di Tahun Ke-enammu

 Catatan di Tahun Ke-enammu

Karya: Zahrotul Mujahidah

Ilustrasi: dokpri

Hampir enam tahun kamu belajar di sekolah dasar, nak. Artinya tiba waktunya sebuah tahap penting di tahun akhir bangku sekolah dasar. 


Satu tahap atau detik-detik perjuangan di tahun ke-enammu dan teman-temanmu. Ya, tinggal beberapa bulan kau kan belajar di sekolah lanjutan pertama.


Mei mendatang Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah. Tiga mata pelajaran 'kan kau taklukkan. InsyaAllah kamu mampu. Allah akan memudahkanmu. Berjuanglah! Masa depan cerah kan kau genggam.


Doa ibu selalu mengiringi langkahmu.



Branjang, 29 Maret- 3 April 2022



Monday, April 04, 2022

Guru, Tanpamu Apalah Aku

Guru, Tanpamu Apalah Aku


Karya Zahrotul Mujahidah


Kulangkahkan kaki pelan menuju sekolah ini

Untuk pertama kalinya, di sekolah ini

Dengan seragam merah putih, sepatu baru dari ibu

Semangatku begitu besar, mau bertemu guru dan teman baruku


Tak terasa, enam tahun sudah aku belajar di sekolah ini

Bersama Bu guru dan bapak guru

Keramahan, senyuman hangat menyambutku di kelas

Membuatku nyaman berada di sekolah


Ulah dan ucapanku, juga teman-teman terkadang membuat Bu guru dan bapak guru begitu kesal

Namun maaf selalu ada untuk kami


Ibu dan bapak guru, sudah saatnya kami meninggalkan sekolah ini

Mohon maaf atas segala kesalahan

Terimakasih atas bimbingan dan didikannya

Hanya doa yang kami panjatkan, semoga ibu dan bapak guru selalu sehat

Mohon doa restu untuk kesuksesan kami di masa-masa mendatang


Terimakasih, ibu-bapak guru kami tercinta.


Branjang, 4 April 2022



Sunday, October 18, 2020

Belajar dari Ketaatan Alam

Telaga Jonge. Dokpri

Terpekur

Menyaksikan alam yang begitu hijau dan damai

Berlalu lalang manusia menikmati kesejukan di antaranya


Lalu bagaimana aku?


Jujur, aku masih dilanda kegelisahan

Perang batin antara alam bawah sadar dan pikiran, juga hati

Meski kuberusaha lebih dekat denganNya


Jangan tanyakan bagaimana perasaanku,

Sungguh tersiksa

Ingin kumenangis karena kumerasa lemah, tak berdaya


"Kuajak kau ke sini, jangan sedih…",

Lelaki di sampingku mengeluarkan suara rendah tuk kuatkan aku yang gelisah

Kutersenyum kecut

Sungguh… aku ingin menikmati kenyamanan seperti dulu


Ada mereka, orang-orang terkasihku

Ada alam teduh yang nyaman dirasa mereka


Aku?


Aku kembali belajar

Belajar ketenangan dan ketaatan dari alam, yang bekerja sesuai dengan kodratnya tanpa khawatir ini-itu

Cukup hidup sesuai tatanan agama

Segala hal berimbang, tak ada yang kurang, tak ada pula yang berlebih

Segalanya akan dimudahkan atas kehendakNya